April 2017
S M T W T F S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Maya Kabbaro

use chance for change to searching and serving the best

Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

Author: hurriyatun.kabbaro10
09 25th, 2011

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen)
Tuesday morning, 20th September 2011
Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Lecturer: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 3
Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen
Oleh: Hurriyyatun Kabbaro, Mayor IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen)

Apa yang membuat suatu produk diminati oleh para konsumen?
Selain faktor kebutuhan, ada faktor lain yang dapat membuat suatu produk diminati oleh para konsumen. Faktor tersebut adalah iklan. Berdasarkan pengertiannya, iklan merupakan sebuah usaha untuk memperkenalkan produk, jasa maupun korporasi kepada khalayak ramai. Itu esensi dasarnya. Namun, pada perkembangannya, fungsinya bertambah menjadi bentuk persuasi, sehingga audiens iklan dapat tergerak untuk membeli atau setidaknya mengenal lebih jauh produk atau jasa yang ditawarkan tersebut.Sebuah iklan yang menarik, dapat mengubah persepsi konsumen yang melihatnya. Penyajian iklan harus dibuat seunik dan sekreatif mungkin untuk menarik perhatian konsumen.

Mengapa model suatu iklan dapat mempengaruhi persepsi konsumen untuk membeli produk yang diiklankan oleh model tersebut?
Hal ini disebabkan karena penampilan atraktif model, baik dalam keseharian penampilan model atau penampilammya dalam iklan tersebut, membuat konsumen fokus memperhatikan iklan. Image keseharian model yang telah dikenal oleh konsumen juga dapat mempengaruhi persepsi konsumen dalam membeli produk yang diiklankan. Contohnya saja Sule. Karena kesehariannya yang humoris, dan beberapa perilakunya telah banyak ditiru masayarakat. perusahan periklanan menggunakan Sule sebagai model beberapa iklan produk. Hal ini diharapkan pemasar agar konsumen menggunakan produk yang diiklankan oleh Sule , seperti beberapa perilaku sule yang banyak ditiru masayarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana proses penerimaan informasi suatu produk yang disampaikan oleh pemasar kepada konsumen melalui iklan?
Menurut proses pengolahan informasi dijelaskan pada tahap pemaparan berupa iklan (stimulus) yang dilakukan oleh pemasar kepada konsumen. Iklan yang diterima konsumen akan menimbulkan sensasi (respon) terhadap produk yang diiklankan. Pemasar harus memasang iklan sesuai dengan ambang absolut yang dapat diterima oleh konsumen. Ambang absolut adalah jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang diperlukan oleh konsumen agar ia merasakan sensasi dari sebuah iklan. Contohnya ukuran tulisan pada iklan yang dipasang dijalan. Pemasar harus menyesuaikan ukuran iklan sesuai denganjangkauan pandang yang dapat ditangkap konsumen. Setelah memaparkan iklan, pemasar harus merebut perhatian konsumen terhadap iklan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam merebut perhatian konsumen antara lain, factor pribadi dan factor stimulus. Pemasar dituntut untuk sekreatif mungkin dalam membuat iklan. Untuk merebut perhatian konsumen, pemasar harus memasukan beberapa komponen pada iklannya untuk memfokuskan konsumen terhadap produk yang diiiklankan. Komponen-komponen yang dapat menambah perhatian konsumen terhadap iklan antara lain, ukuran iklan, warna tampilan, intensitas, kontras, posisi, petunjuk iklan, gerakan model iklan, kebauran, dan isolasi. Setelah itu, konsumen diharapkan untuk memahami makna dari iklan yang ditampilkan. Dari berbagai iklan yang diterima oleh konsumen, iklan yang diharapkan pemasar harus mudah dipahami oleh konsumen, agar pesan atau tujuan yang diharapkan dapat tersampaikan dengan baik. Setelah itu, konsumen akan mengenal objek yang diiklankan. Inilah hasil proses pembentukan persepsi yang disebut tahap penerimaan. Setelah tahap penerimaan, selanjutnya konsumen melakukan penyimpnan memori terhadap iklan. Tahap ini disebut tahap retensi. Setelah melalui tahap ini, konsumen dapat menginterpretasikan iklan tersebut dalam dirinya. Baik akan digunakannya produk dalam iklan tersebut atau tidak.



Jangan Pernah Berhenti

Author: hurriyatun.kabbaro10
09 18th, 2011

song by Rahmi Icil

Bila kau mulai lelah berjalan
Dan berfikir untuk menyerah
Nyanyikanlah lagi mimpimu
Kau akan bertahan

Nyalakanlah asa di hati
Harapanmu tak boleh mati
Gapailah mimpimu
Keajaiban pasti terjadi

Gapai mimpimu
Jangan pernah berhenti sampai kau temukan
Apa yang kau cari
Walau jatuh bangkitlah kembali
Dan lihatlah keajaiban pasti terjadi

Saat engkau ‘kan berdiri
Melihat jejak yang kau jalani
Perjuangan tawa dan air matamu
Tak sia-sia

Nyanyikanlah lagi mimpimu
Agar seluruh dunia tahu
Kini kau temukan
Keajaiban mimpimu

Ohh…
Gapai mimpimu
Jangan pernah berhenti sampai kau temukan
Apa yang kau cari
Walau jatuh bangkitlah kembali
Dan lihatlah keajaiban pasti terjadi

Nyanyikanlah lagi mimpimu
Agar seluruh dunia tahu

Gapai mimpimu
Jangan pernah berhenti sampai kau temukan
Apa yang kau cari
Walau jatuh bangkitlah kembali
Dan lihatlah keajaiban pasti terjadi

Gapai mimpimu
Janganlah jangan kau berhenti
Apa yang kau cari
Walau jatuh bangkitlah kembali
Dan lihatlah keajaiban pasti terjadi



Surat untuk Pemenang

Author: hurriyatun.kabbaro10
09 18th, 2011

Hai PEMENANG!
Ingatlah mimpimu!
Jalan yang kau lalui untuk sampai ke puncak
Bukan sekedar jalan dengan pemandangan yan indah
Karena pemandangan itu masih sebatas pandangan yang kita lihat
Dengan batasan jurang yang terjal,
Dengan jalan yang berliku,
Dan terkadang menurun.
Tapi mimpimu untuk sampai pada tempat itu
Bukan hanya sekedar angan
Karena kau sedang melaluinya
Menuju puncak bukan jalan yang mudah
Tapi bukankah ada setiap pelajaran
Dari jurang yang terjal
Dari jalan yang berliku
Sekalipun turunan
Kau lebih cerdas dengan melaluinya
Dibandingkan orang lain yg hanya mengamatinya
Harapan itu ada
Ketika disertai usaha dan doa
Kemenangan itu ada
Ketika kita menyambutnya
Bukan sekedar memandanginya
Tapi menggapainya
22:14 17:09:2011



Author: hurriyatun.kabbaro10
09 13th, 2011

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen)
Tuesday morning, 13th September 2011
Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Lecturer: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 3
Kepribadian

Disusun oleh;
Hurriyyatun kabbaro (I24100040)

Gaya Hidup Masyarakat Indonesia

5 Karakter positif rata-rata anggota kelompok
• Toleransi
• Kreatif
• Teliti
• Humoris
• Bersih

5 Karakter negatif rata-rata anggota kelompok
• Malas
• Boros
• Moody
• Ceroboh
• Hedonisme

Gaya hidup masyarakat di Indonesia adalah mengikuti pola konsumtif. Setiap ada peluncuran suatu produk atau gaya/style baru, masyarakat cenderung langsung menggemari dan mengkonsumsi suatu produk maupun gaya. Seperti gaya remaja pada saat ini, menggunakan gaya 5B, yaitu behel, boil (mobil), belah tengah (rambut), black mentol (rokok), BB (handphone Blackbarry). Dalam berpakaian, model yang sedang tren saat Kaftan Syahrini dan Jilbab Marshanda untuk konsumen perempuan muslimah, selain itu gaya retro juga sedang berkembang saat ini. dalam bidang teknologi, masyarakat sedang menggemari camera DSLR, I-Pad, I-Pod, style motor yang berkembang. Di bidang pertelevisian, masyarakat sedang menggemari acara Asian Drama, acara music, boyband, persaingan iklan operator. Dalam bidang aksesoris digemari produk seperti sepatu Crocs, tas pak pos, kacamata nert. Di bidang kecantikan sedang digemari model rambut keriting gantung, injeksi whitening, setrika wajah bagi para selebritis, dan bleaching. Dalam bidang konsumsi makanan masyarakat masih menggemari junk food, fast food, kudapan pedas (ma ichi, keripik pedas, macaroni pedas)



Teori Maslow

Author: hurriyatun.kabbaro10
08 24th, 2011

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen)
Tuesday morning, 23th August 2011
Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Lecturer: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 2
Teori Maslow
Oleh: Hurriyyatun Kabbaro, Mayor IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen)

Abraham Maslow (1908 – 1970) adalah teoretikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian. Ia juga seorang psikolog yang berasal dari Amerika dan menjadi seorang pelopor aliran psikologi humanistik. Ia terkenal dengan teorinya tentang hirarki kebutuhan manusia. Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kebutuhan fisiologis atau dasar
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
4. Kebutuhan untuk dihargai
5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri

Pada kuliah ke-2 ini, mahasiswa ditugaskan untuk membuat slogan iklan suatu produk, yaitu jeans, sesuai dengan teori Maslow. Slogan-slogan karya kelompok saya antara lain:
• Pilih sandang? Pilih Jeans! (Kebutuhan Fisiologi)
• Jeans! Safety and Comfort for You! (Kebutuhan rasa aman)
• Ingin makin disayang pacar? Pakai Jeans! (Kebutuhan dicintai dan disayangi)
• Ngaku gaul? Pakai Jeans! (Kebutuhan harga diri)
• Full enjoy with jeans! (Kebutuhan aktualisasi diri)

Iklan yang tepat, dapat mengarahkan konsumen memilih suatu produk yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.



CONSUMER BEHAVIOUR

Author: hurriyatun.kabbaro10
08 21st, 2011

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen)
Tuesday morning, 16th August 2011
Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Lecturer: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 1
Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen
Oleh: Hurriyyatun Kabbaro, Mayor IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen)

Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen?
Mengapa kita harus mempelajari perilaku konsumen?

Perilaku konsumen adalah suatu kajian/ bidang ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individual, kelompok, ataupun organisasi, dalam proses pemilihan, pembelian, pengalokasian, hingga pengaplikasian suatu barang atau jasa.
Sangat penting mempelajari perilaku konsumen, karena hal ini dapat mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebagai bagian dari unit ekonomi, masyarakat yang terdiri dari unit-unit keluarga melakukan berbagai fungsi seperti pengalokasian sumberdaya, produksi barang dan jasa, distribusi produk antar anggota keluarga, dan konsumsi produk, untuk mencapai tingkat kesejahteraan. Dalam menjalankan fungsi tersebut, masyarakat bertindak sebagai suatu unit produksi (produsen) sekaligus sebagai unit konsumsi (konsumen). Perilaku keluarga dalam upaya memaksimalkan kepuasan tentunya tidak lepas dari aspek manajemen sumberdaya dan perilaku konsumen. (Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen)
Sebagai konsumen utama dalam masyarakat, unit keluarga dituntut cerdas dalam memilih barang atau jasa dalam pemenuhan kebutuhan dan penunjang kehidupan. Karena pemilihan barang dan jasa yang tepat akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga yang juga akan mempengaruhi pemilihan produk dalam masyarakat. Karena pada umumnya antar unit keluarga melakukan tukar pikiran dalam hal pemilihan suatu barang atau jasa. Sehingga dalam masyarakat sering ditemukan budaya kecenderungan penggunaan barang atau jasa yang sama di suatu daerah. Oleh karena itu, pola pikir masyarakat perlu dilatih dan diarahkan untuk memilih produk yang tepat mutu dan efisien. Hal ini merupakan hal penting yang harus diperhatikan demi tumbuh kembang masyarakat yang sejahtera di suatu negara. Selain pemilihan barang dan jasa, pengalokasian dana yang efektif pun perlu diperhatikan, karena tidak semua konsumen dapat dengan cerdas melakukannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Disini produsen dituntut cerdas menghasilkan suatu barang dan jasa yang tepat mutu dengan biaya yang dapat dijangkau oleh konsumen, tanpa harus menimbulkan masalah mengenai profit. sDengan adanya efektifitas pengelolaan dana keluarga sebagai konsumen diharapkan setiap keluarga memiliki investasi yang akan menunjang kesejahteraan setiap unit keluarga di masa depan. Dengan berjalannya pola ini pada setiap keluarga di suatu negara, maka negara pun dapat menjamin kemajuan stabilitas nasional dengan sumber daya manusia yang berkualitas.
Oleh karena itu, perilaku konsumen sangat penting dipelajari, karena dengan mengetahui pola pikir dan cara pandang konsumen terhadap penggunaan barang dan jasa, produsen dapat memproduksi/ menyediakan barang dan jasa yang tepat mutu dengan harga terjangkau, sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen. Sehingga tercipta suatu sistem pasar yang berkualitas dan menguntungkan berbagai pihak.



pelatihan pertama

Author: hurriyatun.kabbaro10
07 20th, 2010

usmi ipb

Author: hurriyatun.kabbaro10
07 20th, 2010